Terumbu Karang Bunaken, Sumber : https://pinkplankton.com/17-photos-that-prove-bunaken-island-is-a-snorkelers-dream/?doing_wp_cron=1643005036.7466609477996826171875

Keindahan dari kekayaan alam di Indonesia bukanlah rahasia lagi, dari sabang sampai merauke hampir di tiap provinsi memiliki wisata alamnya masing-masing. Namun saat ini apakah keindahan itu akan terus terjaga? ataukah ada bahaya yang dapat membuatnya rusak?

Alam tentunya bukanlah hal yang bisa melindungi dirinya sendiri, tidak seperti hewan atau manusia yang jika disakiti maka akan melawan dan merasakan sakit. Padahal jika alam rusak maka makhluk hidup lainnya juga akan merasakan akibatnya, global warming, polusi, dan efek samping lainnya jika kita tidak menjaga alam kita. Lalu bagaimana cara agar alam kita terjaga? tidak bisa meluangkan waktu untuk menjaga alam? Tenang saja, ada loh organisasi yang bisa menampung bentuk bantuan apapun untuk alam, organisasi tersebut adalah Greenpeace



Greenpeace adalah 
organisasi kampanye independen yang menggunakan aksi konfrontatif, kreatif dan tanpa kekerasan dalam mengungkap masalah-masalah lingkungan global, serta mendorong solusi-solusi yang memungkinkan terwujudnya masa depan yang hijau dan damai. Nah di Greenpeace kalian bisa berdonasi ataupun bergabung untuk menjadi relawan. Di Greenpeace dana kalian akan digunakan untuk kampanye menjaga lingkungan mulai dari laut, hutan,hewan bahkan masyarakat adat. Jadi sekarang walaupun kalian tidak punya waktu untuk terjun langsung, kalian bisa menyisihkan sedikit uang kalian untuk didonasikan dan kalian sudah menjadi bagian dalam menjaga alam dan lingkungan di Indonesia

 

  

Kesetaraan & Keadilan


Keadilan dan kesetaraan mungkin sering kita dengar, namun apakah kedua kata terebut mempunyai arti yang sama?

Keadilan menurut Aristoteles adalah bahwa keadilan merupakan kondisi pemberian hak kepada setiap orang yang memang layak diterimanya. Jadi simpelnya keadilan adalah pemberian hak sesuai dengan orang yang diberi. Sedangkan kesetaraan adalah pemberian hak yang sama kepada setiap orang. Jadi dari pengertian keduanya sudah jelas perbedaannya, namun supaya lebih mudah dimengerti lagi bisa dilihat pada contoh berikut.


Dalam sebuah keluarga yang memiliki 2 anak, anak pertama mereka sudah menduduki bangku SMA dan sekolahnya jauh dari rumah, sedangkan anak yang kedua baru kelas 2 SD dan sekolahnya sangatlah dekat dari rumah. Anak mereka tentu saja memerlukan uang jajan untuk membeli santapan saat istirahat dan biaya lainnya, namun berapa uang jajan yang harus diberikan kepada kedua anak tersebut? apakah sama atau berbeda?

  • Jika orang tua mereka adil maka : Anak pertama karena jarak dari rumah kesekolah yang jauh maka ia membutuhkan uang lebih untuk biaya transport sedangkan anak kedua tidak memerlukannya karena jarak sekolahnya dekat. Lalu biasanya harga santapan di kantin SMA lebih mahal dari yang ada di SD. Maka orang tua mereka akan memberikan uang jajan lebih besar untuk anak pertama dan lebih sedikit untuk anak kedua.
  • Namun jika orang tua mereka ingin setara maka : Uang jajan keduanya akan sama.


Nah dari contoh diatas sudah jelaskan apa perbedaan kesetaraan dan keadilan. Perbedaan ini bukan hanya pada keluarga saja, bisa di pemerintahan, masyarakat, hukum dan lainnya.




Media sosial adalah sara yang sangat berguna dalam membantu mendekatkan banyak orang dari seluruh dunia, tetapi apakah media sosial tidak memiliki dampak buruk? Walaupun memiliki banyak manfaat ternyata media sosial dapat memperngaruhi mental penggunanya.

Media sosial sebagai sarana penghubung sebenarnya dapat membuat beberapa orang mengalami ketergantungan karena mereka berpikir jika sosial media adalah kebutuhan primer. Contoh dampah buruk sosial media adalah FoMO(Fear of missing out) yang artinya ketakutan akan ketinggalan apa yang sedang trending, orang yang mengidap ini akan gelisah ketika ia ketinggalan akan trend atau informasi yang ada, singkatnya adalah rasa takut jika tidak up to date. Selanjutnya ada rasa insecure, cemburu saat melihat postingan orang lain entah itu kegiatan, pekerjaan atau apapun yang orang lain post maka orang itu akan merasa jika dirinya lebih rendah dari orang lain. Orang seperti ini tidak tau jikak kebanyakan orang hanya memposting apa yang menurut mereka bagus saja.

Sebenarnya ada masih banyak dampak buruk dari media sosial, karena itulah jangan membandingkan diri dengan orang lain yang ada di sosial media karena kebanyakan apa yang dishare di sosial media hanyalah hal-hal yang bagus saja.

 


Vidi dalam kehidupan sangatlah penting untuk semua orang karena visi memberikan arah saat manusia melangkah maju dan berkembang. Tapi apasih visi itu? Menurut Wibisono (2006, p. 43), visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang. Tapi apakah visi hanya bisa dimiliki oleh organisasi atau perusahaan saja? Tentu tidak, karena manusia juga memerlukan visi.

Seperti yang tertulis di pengertian visi menurut ahli diatas, visi  adalah cita-cita, impian, dan merupakan pernyataan want to be yang berarti adalah ingin menjadi apa. Nah dari situ kita tau kenapa manusia memerlukan visi karena manusia juga memiliki cita-cita dan keinginan akan menjadi apa kedepannya. Setiap manusia memerlukan Goal atau tujuan jangka panjang yang jika memiliki visi maka jalan untuk mencapai tujuan tersebut akan lebih jelas dan membuat lebih semanga untuk mendapatkannya. Namun tentu saja tidak semuanya bisa berjalan sesuai rencana karena semua orang pasti akan mengalami kegagalan, nah disinilah visi memiliki peran penting karena jika seseorang memiliki visi maka ia akan terus mengejarnya tak peduli jika mengalami kegagalan, "Aku tidak akan menyerah sampai bisa meraihnya". Nah bayangkan jika orang tersebut tidak memiliki visi, ia hanya akan mengikuti arus dan saat mengalami kegagalan maka ia akan langsung menyerah dan mencoba hal lain yang membuat semua hal yang sudah ia lakukan selama ini percuma.

Nah, dapat disimpulkan jika memiliki visi itu sangatlah penting bagi setiap orang karena visilah yang memberi tujuan untuk hidup.

review ini mengandung spoiler! 

Spider-Man No Way Home merupakan film ketiga dari trilogi Spider-Man di Marvel Cinematic Universe. Film yang di sutradarai Jon Watts ini liris di Indonesia pada tanggal 15 Desember 2021. film ini memiliki sinopsis dimana identitas Spider-Man sekarang sudah terungkap, dan Peter meminta bantuan Doctor Strange. namun sebuah kesalahan terjadi, dan itu justru mengundang musuh berbahaya dari dunia lain, mereka mulai bermunculan. Hal itu memaksa Peter mencari apa makna sebenarnya menjadi Spider-Man.


pada review ini sebenarnya saya tidak ingin menjelaskan panjang lebar karena yang akan saya bahas adalah tanggung jawab yang dimiliki oleh Peter Parker. Setelah 2 film sebelumnya dimana pada film pertama ia sadar jika Spider-Man tidak butuh suit buatan Tony Stark untuk menyelamatkan orang orang, dan di film keduanya dimana ia bisa membuat kostum nya sendiri untuk menyelamatkan orang lain. Jujur saya kurang menyukai kedua film sebelumnya khususnya film keduanya yaitu Far From Home karena saya merasa jika Peter belum mengetahui jika kekuatan yang dimilikinya maka ia pun memiliki tanggung jawab untuk menggunakannya untuk menyelematkan/membantu orang lain.

Nah difilm ketiga ini Peter akhirnya tau jika ia memiliki tanggung jawab dengan kematian Bibi May, berbeda dengan 2 film sebelumnya jika ia tidak "Kehilangan" apapun dari tindakan-tindakan yang dilakukannya.

"with great power comes great responsibility"

                                          -Aunt May

Kematian Bibi May dan kata kata terkahirnya tentu akan sangat membekas pada Peter, ia akan selalu ingat jika dengan kekuatan yang ia punya ada juga tanggung jawab yang harus dia bawa dan membuatnya tidak ceroboh saat menyelesaikan masalah yang dideritanya. 

Sekian review dari saya, skor yang saya berikan untuk film ini adalah 8/10

 Opini Mengapa Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Harus Dipercepat Untuk Membentuk Herd Immunity


Sudah hampir 2 tahun sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia dan sudah ada 39,4% yang sudah mendapat vaksinasi lengkap dan ada 55,8% yang minimal sudah mendapat dosis pertama vaksin. lalu apa itu herd immunity? Herd immunity adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut. Bergantung pada seberapa menular suatu infeksi, biasanya 70% hingga 90% populasi membutuhkan kekebalan untuk mencapai kekebalan kelompok.


Kenapa vaksinasi harus dipercepat? Karena menurut data dari Badan Pusat Statistik tingkat kemiskinan nasional naik sejak pandemi, dimana sebelum pandemi berada pada titik terendahnya yaitu 9,22% sedangkan setelah pandemi angka kemiskinan naik hingga menyentuh angka 10,19%. Karena itulah pembentukan herd immunity haruslah dapat dipercepat agar ekonomi Indonesia dapat bejalan normal kembali seperti sebelum pandemi. 

https://www.bps.go.id/website/images/Kemiskinan-Maret-2021-ind.jpg



Sumber :
https://infeksiemerging.kemkes.go.id/uncategorized/apa-itu-herd-immunity-kekebalan-kelompok
https://smeru.or.id/id/content/situasi-kemiskinan-selama-pandemi
https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/07/15/1843/persentase-penduduk-miskin-maret-2021-turun-menjadi-10-14-persen.html

 

PENTINGNYA BUDAYA PADA KEHIDUPAN MANUSIA

 

 



 

 

 

Dibuat oleh :

Sendi Aditya Syamasti – 51421404

 

 

 

1IA10 – Teknik Informatika

Universitas Gunadarma


Pendahuluan

            Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budia atau akal), diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Bentuk lain dari kata budaya adalah kultur yang berasal dari bahasa Latin yaitu cultura. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Seseorang bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaan di antara mereka, sehingga membuktikan bahwa budaya bisa dipelajari.

Budaya merupakan suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosial-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri. "Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" di Jepang, dan "kepatuhan kolektif" di Tiongkok.

Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka. Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

Permasalahan

          Karena Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke generasi, maka ada kemungkinan suatu budaya yang akan hilang ataupun punah. Lalu apa yang dapat menyebabkan suatu budaya punah atu luntur? Sebelum itu kita harus mengerti kenapa budaya bisa berubah.

Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial, dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan ini merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat, dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan sosial, yaitu tekanan kerja dalam masyarakat, keefektifan komunikasi, dan perubahan lingkungan alam.

Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.

            Selanjutnya adalah masuknya budaya atau yang disebut Penetrasi kebudayaan. Penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara:

a.      Penetrasi damai : Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Kpop, Hollywood, Bollywood, dan lain-lain sebagainya ke Indonesia[butuh rujukan]. Penerimaan kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat. Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia, dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.

b.      Penetrasi kekerasan : Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa, dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat. Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada sistem pemerintahan Indonesia.

Nah dapat dilihat jika hilangnya suatu budaya dapat disebabkan karena berbagai hal salah satu contohnya adalah alam. Misalnya ada suatu saat terjadi perubahan lingkungan yang ekstrim maka rumah adat yang tidak mungkin lagi di tinggali pada iklim yang ada. Di contoh tersebut rumah adat yang merupakan budaya yang tidak bisa ditinggali lagi karena iklim yang tidak memungkinkan harus diganti dengan tempat tinggal yang lebih kuat lagi. Yang kedua adalah masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing adalah salah satu penyebab utama lunturnya budaya asli yang ada.

 

Penutup

            perubahan budaya akan selalu terjadi dan tidak dapat dihindari,  wacana mengenai pelestarian budaya hanya akan berbentuk wacana yang simbolis saja karena manusia sudah pasti tidak bisa hidup dengan menggunakan cara hidup yang lama dan itu-itu saya. Tetapi perlu kita perhatikan bahwa budaya lama tetap akan menjadi acuan untuk melahirkan budaya baru, sehingga dapat dikatakan bahwa budaya baru merupakan hasil modifikasi budaya lama.

            Perubahan budaya bukanlah selalu hal yang buruk karena manusia akan selalu berkembang untuk mempertahankan hidupnya. Manusia juga akan melahirkan ide-ide baru yang akhirnya akan menjadi budaya baru dan mungkin hasil budaya baru tersebut merupakan hasil modifikasi budaya-budaya yang lama

Saran :

            Anak muda haruslah mempertahankan budaya yang ada karena orang-orang tua yang paham, mengerti, dan ahli dengan budaya yang ada tidak akan hidup selamanya. Regenerasi akan selalu terjadi dan masuknya budaya asing bukanlah hal yang mungkin. Bukan berarti anak muda tidak boleh menyukai budaya asing, tetapi kesadaran akan pentingnya budaya sendiri haruslah ditumbuhkan karena jika bukan anak buda sebagai penerus generasi sebelumnya, siapa lagi yang akan mewarisi budaya yang ada.



Daftar Pustaka

https://www.kompasiana.com/yasyfashabrina/5f4b52d6097f362edb29a373/penyebab-lunturnya-budaya-indonesia

https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya